RINTIHAN TANGIS ANAK NEGERI
Tanah
hijau membentang subur
Air
biru penuh kekayaan
Tapi
mengapa anak negeri ini
Lapar diatas negeri subur
Haus
ditengah genangan air yang membiru
Dengan mimpi sinar mentari akan
cerah hari esok
Berbekal tangan kokoh dan otot yang
kuat
Iringan doa dan harapan yang tak
pernah putus
Menggendong dollar buat negeri
tercinta
Disambut senyum sanak saudara
Mimpi
kadang hanya mimpi
Sejuta
duka yang menjadi kenyataan
Penghinaan,
penganiayaan, pemerkosaan
Bahkan
nyawa akan terengguk
Air
mata anak negeri menjadi saksi bisu
Kami juga manusia…..
Mereka bertepuk dada diatas kekayaan
Bertepuk dada diatas anak negeri
Bertepuk dada diatas budaya kita
Bertepuk dada diatas wilayah kita
Adakah
kita yang sadar dengan kenyataan ?
Dimana
martabat anak negeri ini ?
Dimana
kedaulatan negeri ini ?
Dimana
semangat juang 45 ?
Dimana
kecerdasan anak negeri ini ?
Terkadang anak negeri merasa jenuh,
kesal, dan marah
Tapi pada siapakah ia mengadu ?
Kepada ayahnya ? tidak !
Kepada ibunya ? tidak !
Lalu kepada siapa ?
Kepada
yang duduk diatas sana
Yang
hidupnya santai, bahagia dengan apa yang dimiliki
Tanpa pernah memikirkan nasib warganya
Yang
menjerit kesusahan,kesakitan
Hanya
untuk selembar kertas bernilai
Jiwa dan raga….
Bulan dan matahari…
Pergi entah kemana, alam kembali tentram
Gelap perlahan kiat mengubur harapan
Derita menjadi saudaranya


0 comments:
Post a Comment